hujair.sanaky@staff.uii.ac.id

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI BIDANG PENDIDIKAN

September 4th, 2011 · No Comments


PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

DI BIDANG PENDIDIKAN

Oleh:

Hujair AH. sanaky[1]

1. Dimensi Kompetensi

Kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir pendidikan dan pelatihan ini adalah agar peserta memahami konsep media, mendesain microsoft powerponit, dan manfaat TIK untuk media pembelajaran.

2. Kompetensi Dasar yang Diharapkan Dicapai

Setelah mengikuti materi pendidikan dan latihan ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep dasar media pembelajaran berbasis TIK, dan mampu merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK

3. Indikator Pencapaian

Setelah mempelajari bahan pelatihan ini, diharapkan:

  1. Peserta dapat memahami dengan baik konsep dasar media, media pembelajaran dan media pembelajaran berbasis TIK.
  2. Peserta dapat memahami dengan baik konsep, tujuan, dan karakteristik e-learning dalam pembelajaran.
  3. Peserta dapat memahami dengan baik media Pembelajaran Berbasis Slide Power Point.
  4. Peserta dapat mengidentifikasi manfaat TIK untuk media pembelajaran secara baik.
  5. Peserta terampil menggunakan program power point dalam pembelajaran.

4. Alokasi Waktu

No.

Materi Diklat

Alokasi

1.

Teori: Pengertain dan Konsep Media Pembelajaran; mendesain mecrosoft powerpoint: memasukan teks, gambar, suara dan video, membuat tampilan menarik,membuat hyperlink, membuat slide transition; manfaat TIK untuk media pembelajaran: konsep e-learning, tujuan, manfaat, dan karakteristik sistem elearning.

2 jam

2.

Peserta Diklat, secara bekelompok melakukan latihan; latihan mendesain mecrosoft powerpoint dengan teknik memasukan teks, gambar, suara dan video; latihan terampil menggunakan program power point dalam pembelajaran; latihan menggunakan media pembelajaran berbasis e-learning.

4 jam

5. Skenario Diklat

a. Perkenalan

b. Penjelasan tentang dimensi kompetensi, indikator, alokasi waktu dan ske-nario pendidikan dan pelatihan monitoring pelaksanaan standar nasional pendidikan dan akreditasi sekolah.

c. Pre-test

d. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan monitoring pelaksanaan standar nasional pendidikan dan akreditasi sekolah melalui pendekatan andragogi.

e. Penyampaian Materi Diklat:

1) Menggunakan pendekatan andragogi, yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan, menganalisis, menyimpulkan, dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator.

2) Diskusi tentang konsep dasar media berbasisi TIK yang digunakan dalam pembelajaran.

3) Praktik latihan mendesain mecrosoft powerpoint dengan teknik memasukan teks, gambar, suara dan video; latihan menggunakan program power point dalam pembelajaran, latihan menggunakan media pembelajaran berbasis e-learning.

f. Post test.

g. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan.

h. Penutup

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

DI BIDANG PENDIDIKAN

Oleh:

Hujair AH. sanaky

1. PENDAHULUAN

HUJAIR AH. SANAKY [2002]Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informatika telah membawa pengaruh terhadap penggunaan alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Mungkin saja, bagi sekolah-sekolah yang sudah maju dan mampu, telah menggunakan alat-alat tersebut sebagai alat bantu mengajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, perkembangan pendidikan di sekolahan semakin lama semakin mengalami perubahan dan mendorong berbagai usaha perubahan. Proses pendidikan di sekolah-sekolah kita telah menunjukkan perkembangan pesat pada bidang kurikulum, metodologi pembelajaran, peralatan dan penilaian. Selain itu, juga terjadi perubahan pada bidang administrasi pendidikan, organisasi, personil [SDM], dan supervisi pendidikan. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa perubahan yang terjadi merupakan pembaharuan dalam sistem pendidikan yang menyangkut semua aspek atau komponen yang ada.[2]

Sekarang ini proses pembelajaran di sekolah mulai disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga telah terjadi perubahan dan pergesaran paradigma pendidikan. Misalnya saja, perkembangan pesat dibidang teknologi informasi internet, dapat mempercepat aliran ilmu pengetahuan yang dapat menembus batas-batas dimensi ruang, birokrasi, kemapanan, dan waktu. Katakan saja program-program internet bukan hanya data dan informasi yang dapat di transmisikan dengan kecepatan tinggi, tetepi ilmu pengetahuan dapat diakses secara cepat oleh penggunanya. Maka kemampuan, kecepatan dan kesempatan untuk mengakumulasi, mengolah, menganalisis, mensintesa data menjadi informasi yang kemudian menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat, sangatlah penting artinya dalam dunia informasi saat ini. Tentu saja, kondisi ini berpengaruh pada kebiasaan dan budaya pendidikan yang dikelola dan dilakukan selama ini.

Kemajuan dan peranan teknologi sudah sedemikian menonjol, sehingga penggunaan alat-alat, perlengkapan pendidikan, media pendidikan dan pengajaran di sekolah-sekolah mulai disesuaikan dengan kemajuan. Penggunaan alat-alat bantu mengajar, alat-alat bantu peraga pendidikan, audio, visual, dan audio-visual serta perlengkapan sekolah serta perlengkapan peralatan kerja lainnya,[3] mulai disesuaikan dengan perkembangan tersebut. Maka yang perlu diperhatikan adalah semua peralatantan dan perlengkapan sekolah harus disesuaikan dengan tuntutan kurikulum, metode, materi, dan tingkat kemampuan pembelajar [siswa] untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada beberapa aspek yang menonjol, dalam proses pembelajaran, yaitu metode pengajaran, media pembelajaran, dan penilaian. Oleh karena itu, para pengajar [guru dan dosen] dapat menerapkan aspek-aspek pembelaja-ran tersebut.

Perkembangan teknologi eloktronik dan informasi telah mempengaruhi penggunaan ber- bagai jenis media, sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran di kelas Tuntutannya, para pengajar harus mampu meng-gunakan alat-alat atau perleng-kapan tersebut secara efektif dan efisien. Tetapi sisi lain, pengajar juga diisyaratkan untuk menggunakan alat-alat yang murah, efisien, dan mampu dimiliki sekolah baik yang dibuat oleh pengajar sendiri, maupun alat-alat kompensional yang sudah ada dan tidak menolak kemungkinan meng-gunakan alat-alat yang sesuai dengan tuntutan perkembangan ke-majuan teknologi.

Pengajar mulai berusaha membiasakan diri untuk menggunakan peralatan-peralatan, seperti OHP, LCD, CD, VCD, Vidio, komputer, dan internet dalam pembelajaran di kelas, dengan berbagai program pembelajaran yang dapat dikembangkan. Untuk sekolah-sekolah yang sudah maju, seharusnya sudah berusaha untuk melakukan berbagai upaya perbaikan pada alat-alat dan perlengkapan pendidikan yang digunakan. Demikian pula kesedian pengajar untuk menyesuaikan dan menggunakan alat-alat pendidikan konpensional yang sudah ada dengan tidak menolak menggunakan alat-alat yang sesuai dengan kemajuan teknologi modern. Sekolah-sekolah yang mampu, mungkin saja telah memiliki peralatan pendidikan yang memadai dan telah menggunakan jenis media yang disesuaikan dengan tuntutan perkembangan semua mata pelajaran, seperti menggunakan radio, TV, film, komputer, VCD, DVD, LCD, internet, sebagai sarana pembelajaran. Di Indonesia telah dicobakan penggunaan radio dan televisi pendidikan [TVP].[4] Sekarang ini mulai dikembangkan pembelajaran berbasis e-learning internet. Maka bagi sekolah-sekolah jarak jauh atau pembelajaran jarak jauh, tentu saja memerlukan perlengkapan pendidikan yang baik dan disesuaikan dengan perkembangan alat-alat yang digunakan dalam proses pembelajaran dan pendidikan.

2. MEDIA PEMBELAJARAN

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan [Bovee, 1997].[5] Dengan demikian, media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Selain itu, bentuk-bentuk stimulus dapat dipergunakan sebagai media, diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realitas, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Kelima bentuk stimulus ini akan membantu pembelajar mempelajari bahan pelajaran, atau dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk stimulus dapat dipergunakan sebagai media adalah suara, lihat, dan gerakan.

Banyak batasan atau pengertian yang dikemukakan para ahli tentang media, diantaranya adalah: Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan [Association of Education and Communication Technology [AECT] di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. National Education Assiciation [NEA], mengatakan bahwa “media” adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audio-visual serta peralatannya. Gagne [1970], mangatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar. Briggs [1970], mengatakan media adalah segala wahana atau alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar. Schramm, mengatakan media adalah teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional. Y. Miarso, mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar. Secara umum media adalah “alat bantu” yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

Dari pengertian di atas, dapat didisimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pengajaran. Media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas.[6]

Dari keseluruhan pengertian di atas, secara umum dapat dikatakan bahwa substansi dari media pembelajaran adalah :

a. bentuk saluran, yang digunakan untuk menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima pesan atau pembelajar.

b. berbagai jenis komponen dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar,

c. bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar

d. bentuk-bentuk komunikasi yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar, baik cetak maupun audio-visual

3. MENDESAIN MICROSOFT POWERPOINT PROGRAM KOMPUTER

Microsoft Powerpoint adalah program aplikasi presentasi yang merupakan salah satu program aplikasi di bawah Microsoft Office program koputer dan tampilan ke layar dengan menggunakan bantuan LCD projector. Keuntungan terbesar dari program ini adalah tidak perlunya pembelian piranti lunak karena sudah berada di dalam Microsoft Office program komputer. Jadi pada waktu penginstalan program Microsoft Office dengan sendirinya program ini akan terinstal. Hal ini akan mengurangi beban hambatan pengembangan pembelajaran dengan komputer.[7]

Keuntungan lain dari program ini adalah sederhananya tampilan ikon-ikon dan ikon-ikon pembuatan presentasi kurang lebih sama dengan ikon-ikon Microsoft Word yang sudah dikenal oleh kebanyakan pemakai komputer. Oleh karena itu, pemakai program komputer tidak perlu dan harus mempelajari bahasa pemrograman, tetapi dengan ikon yang telah dikenal dapat mengoprasiankan program tersebut. Sedangkan hambatan lain dari pembelajaran dengan komputer dapat dikurangi yaitu hanbatan pengetahuan tehnis dari program komputer itu sendiri.

Program aplikasi ini merupakan program untuk membuat presentasi yang ada dapat dipergunakan untuk membuat program pembelajaran, sehingga program yang dihasilkanpun akan cukup menarik dengan komposisi warna dan animasi yang digunakan. Sedangkan keuntungan lain dari program komputer adalah program ini dapat disambungkan ke jaringan internet yang dapat dimanfaatkan secara umum oleh pamakai internet.

Dengan microsoft powerpoint program komputer, seorang pengajar dapat mendisaian berbagai program pembelajaran sesuai dengan materi, metode, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Program yang didisain dengan menggunakan microsoft powerpoint, di antaranya:

[1] Memasukkan teks, gambar, suara dan video

Pengajar dapat menampilkan berbagai teks untuk berbagai keperluan pembelajaran, dangan cara :

[a] setelah menghidupkan komputer dan masuk program powerpoint,

[b] sesudah itu memilih jenis tampilan layar,

[c] pemakai dapat menekan menu insert dan sesudah itu akan muncul berbagai pilihan dan salah satu pilihan adalah insert textbox,

[d] tekan menu ini dan akan muncul kotak teks di dalam tampilan presentasi,

[e] langkah berikutnya adalah mengkopi teks yang ingin dimasukkan dan kemudian menempelkannya [paste] pada kotak yang tersedia,

[f] apabila tidak ingin mengkopi dapat menulis langsung dalan kotak teks yang sudah tersedia,

[g] untuk memasukan gambar, prosesnya sama dengan cara memasukkan teks, yaitu pertama tekan menu insert sesudah itu pilih menu insert picture, sesudah menu ini dipilih, akan muncul dua pilihan from file … dan from clip art..., apabila ingin memasukkan gambar dari file maka tekan pilihan pertama dan apabila ingin memakai gambar dari clip art yang sudah ada di komputer maka tekan pilihan yang kedua.[8]

Suara dan video merupakan dua fasilitas yang disediakan oleh microsoft powerpoint 2000 yang sangat mendukung pemrograman pembelajaran, misalnya pembelajaran bahasa. Untuk memasukkan video tekan menu insert dan selanjutnya tekan menu movies and sounds, akan muncul dua pilihan untuk masing-masing. Untuk suara [sounds] akan muncul sounds from file dan sounds from Gallery demikian pula untuk movies akan muncul pilihan Movies from file atau Movies from Gallery. Pemakai komputer dengan microsoft powerpoint 2000 tinggal memilih jenis file yang akan dimasukkan.[9]

[2] Membuat Tampilan Menarik

Tampilan yang manarik akan meningkatkan minat dan motivasi pembelajar untuk menjalankan program. Pada program komputer microsoft powerpoint 2000, ada beberapa fasilitas yang disediakan untuk membuat tampilan menarik. Fasilitas yang pertama adalah background. Background akan memperindah tampilan program dan juga ada beberapa jenis background yang ditawarkan, yaitu :

[a] dengan memberi warna,

[b] dengan memberi tekstur,

[c] memasang gambar dari file sendiri.[10]

Langkah pemasangan background adalah dengan mene-kan menu format dan kemudian menekan menu background dan sesudah itu akan mun-cul pilihan background fill, more color dan fill effects.

Apabila pem-rogram ingin memilih warna yang sudah ada maka tekan apply, apabila ingin memilih warna sendiri tekan more color, pilih warna dan tekan apply, dan apabila ingin memberi tekstur atau gambar sendiri maka tekan fill effects, pilih tekstur atau gambar dan tekan apply.[11]

Fasilitas lain yang akan membuat tampilan prestasi lebih menarik adalah fasilitas animasi. Dengan fasilitas ini gambar-gambar dan teks akan muncul ke layar dengan cara tampil yang bervariasi. Fasilitas animasi ini memungkinkan gambar atau objek lain tampil dari arah yang berbeda atau dengan cara yang berbeda. Objek dapat melayang dari atas, bawah, kanan, kiri, atau dari sudut. Objek juga bisa muncul dari tengah atau dari pinggir. Maka dengan sedikit kreatifitas fasilitas ini, dapat menghasilkan language games yang menarik.[12]

Pembuatan animasi dimulai dengan memilih objek yang akan dibuat animasi dengan cara mengklik objek itu. Sesudah itu pilih menu Slide Show dan kemudian memilih menu Custom Animation. Sesudah itu menekan menu dan akan muncul berbagai pilihan diantaranya order and timing untuk mengatur urutan dan waktu tampil ke layar dan juga pilihan effects untuk mengatur efek yang diinginkan.

[3] Membuat Hyperlink

Selain fasilitas yang dikemukakan di atas, pada program komputer juga disediakan program Hyperlink. Hyperlink yaitu fasilitas yang disediakan untuk menghubungkan dengan file lain. Fasilitas ini sangat penting dan sangat mendukung pembelajaran, sebab program hyperlink ini dapat terhubung ke program lain yang pada komputer dan atau ke jaringan internet, apabila komputer yang digunakan telah tersambung dengan program internet. Hyperlink atau hubungan dalam satu program akan memungkinkan programer memberikan umpan balik secara langsung terhadap proses pembelajaran. Hubungan dengan program lain akan memperkaya fasilitas yang mendukung pembelajaran dan hubungan dengan internet akan membuka berbagai kemungkinan pembelajaran yang lebih luas, pribadi dan otentik.[13]

Pembuatan hyperlink adalah dengan memilih objek yang akan kita link ke program lain atau internet. Langkahnya yaitu sesudah kita memilih objek kita mengclick menu insert dan kemudian mengklik menu hyperlink, maka akan muncul dialog box dan kemudian kita menuliskan alamat yang dituju misalnya sebuah file atau sebuah situs web dan kemudian mengclick OK, maka objek itu akan tersambung ke alamat yang ditulis. Cara yang kedua adalah melalui menu slide show dan kemudian menekan action settings, sesudah itu akan muncul dialog box. Dengan mengisikan alamat dan mengklik OK maka objek akan tersambung ke alamat yang diinginkan.[14]

Fasilitas-fasilitas diatas adalah fasilitas utama dalam pengembangan materi pembelajaran dengan menggunakan microsoft powerpoint 2000 program komputer. Fasilitas yang lain adalah fasilitas untuk membuat tampilan program lebih menarik dan mudah digunakan. Untuk memudahakan penggunaan program hyperlink, akan kemukakan langkah-langkah operasional pembuatan hyperlink, sebagai berikut:

[a] Langkah pertama, memilih dan tentukan objek yang akan kita link atau dihubungkan dengan file lain yang ada dalam program komputer.

[b] Langkah kedua, menu atau objek tersebut terlebih dahulu diblok.

[c] Langkah ketiga, letakan kursor pada menu atau objek yang telah diblok dan kemudian klik kanan.

[d] Langkah keempat, setelah diklik akan keluar tabel atau box menu pilihan [lihat box menu pada gambar].

[e] Langkah kelima, letakan kursor pada pilihan menu hyperlink pada box, kemudian click kiri dan kemudian akan keluar menu pilihan pada box (lihat menu pilihan pada box gambar).[15]

[f] Langkah keenam, pilih menu yang akan dihubungkan dan di click, kemudian akan masuk keblok address, click bookmark, dan akan keluar select place in document – select an existing place in the docu-ment. Dalam box akan muncul slide titles:

[1] Slide 1,

[2] Slide 2,

[3] dst.[lihat tebel pada gambar].[16]

[g] Langkah ketujuh, mengisikan menu file atau alamat yang dipilih dan kemudian mengclick OK, maka objek tersebut akan tersambung [hyperlink] kealamat atau file yang diingin kan.

Silahkan saudara mencoba. Jangan sekali-kali saudara takut salah, sebab dalam program komputer telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas program dan memuat petunjuk-petunjuk yang mudah dipelajari dan dipahami. Bahasa-bahasa petunjuk diprogram komputer mudah dipahami, sehingga memudahkan saudara untuk membuat program hyperlink.

[4] Membuat Slide Transition

Selain fasilitas program hyperlink, juga disediakan pula fasilitas slide transition yaitu power point slide dapat digerakan secara manual dengan menggunakan program Ö on mouse click atau menggunakan program Ö automatically after.

Jika memilih on mouse click, dan kemduian mengclick apply to all slides. Hasil program slide bersifat manual dan dapat mengoparsionalkan hanya dengan mengclick tanda panah pada layar slide show dan langsung slide berganti. Tetapi, apabila saudara berkeinginan slide bergerak secara otomatis, maka mengclick automatically after, tentukan waktunya [detik atau menit] dan langkah selanjutnya mengclick apply to all slides. Maka hasil program slide sudah dapat bergerak secara otomatis. Maka langkah-langkah untuk pembuatan slide transtion baik manual maupun otomatis, sebagai berikut:

[a] langkah pertama, membuat dan mempersiapkan disain program power point slide sebanyak 5, 10 slide atau lebih.

[b] langkah kedua, adalah click saja slide show atau diclick kanan di mouse pada salah satu power point slide [contoh letakan kursor pada kotak pedagogik dislide dan diclick kanan] akan muncul menu pilihan program, kemudian click menu custom animation, akan keluar box pilihan menu program.

[c] langkah ketiga, click “tanda panah” disebelah kanan custom animation, dan akan keluar box menu pilihan program mulai getting started sampai dengan slide transition.

[d] langkah ketiga, mengclick slide transition dan muncul box slide transition dengan beberapa menu pilihan yaitu: [1] apply to selected slide dengan beberapa menu pilihan, [2] modify transition dengan dua pilihan yaitu speed [slow,medium,dan fast] dan sound [dengan berbagai pilihan suara] [3] advance slide dengan dua pilihan menu:[a] on mouse click, dan [b] automatically after .

Apabila berkeinginan untuk membuat slide otomatis, maka click automatically after. Langkah selanjutnya click juga waktu untuk menentukan satu slide masa waktunya berapa detik atau menit, kemudian click apply to all sildes. Maka, semua disain power point slide dalam file itu sudah bersifat otomatis. Perlu diperhatinan untuk penggunan waktu [detik atau menit] harus disesuaikan dengan berapa lama satu slide dijelaskan, sehingga gerakan otomatisnya sesuai dengan penjelasan pengajar.

4. MANFAAT TIK UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN

Model pembelajaran e-learning ini sangat bermanfaat, baik bagi peserta didik maupun tenaga pengajar (guru), bahkan juga bagi para pengelola lembaga pendidikan. E-learning juga memungkinkan pelaksanaan belajar jarak jauh semakin mudah dan terbuka serta dapat memasuki kategori realtime (waktu yang bersamaan) dengan belajar di sekolah.

a. Konsep e-learning

E-Learning [Electronic Learning], proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi. Menurut Michael Purwadi [2003] perangkat elektronik yang dimaksud dalam hal ini adalah perangkat elektronik yang ada kaitannya dengan teknologi informasi dan komunikasi [TIK] dan multimedia berupa CD ROM, Video Tape, Televisi, dan Radio. Maka, e-learning adalah proses pembelajaran yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan teknologi informasi dan internet. E-Learning tidak lagi hanya terbatas pada proses pembelajaran yang sifatnya statis, stand alone, dan satu arah, tetapi telah meluas menjadi proses pembelajaran yang sifatnya dinamis, collaborative, dan multimedia. Sedangkan secara khusus e-learning mempunyai ciri-ciri, antara lain:

[1] memiliki content yang relevan dengan tujuan pembelajaran,

[2] menggunakan metode instruksional, misalnya penyajian contoh dan latihan,

[3] menggunakan elemen-elemen seperti kata-kata dan gambar-gambar untuk menyampaikan materi pembelajaran, dan

[4] membangun pemahaman dan kemampuan yang terkait dengan tujuan pembelajaran baik secara perseorangan atau kelompok [Clark & Mayer, 2003].[17]

Apa yang menjadi kelebihan pembelajaran jarak jauh berbasis e-learning. Keunggulan pembelajaran melalui e-Learning, yaitu menciptakan peluang interaktivitas pembelajaran menjadi lebih meningkat. Tidak ada batasan waktu dan tempat dan pembelajar menjadi lebih bertanggung jawab akan kesuksesannya. Dulu mungkin kita berpikir bahwa kegiatan belajar mengajar harus dalam ruang kelas, dimana guru atau dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Tetapi perbelajaran atau pendidikan jarak jauh sudah dikenal beberapa puluh tahun yang lalu. Walaupun dengan mekanisme yang boleh dibilang cukup sederhana untuk ukuran sekarang, tetapi saat itu metode tersebut sudah dapat membantu orang-orang yang butuh belajar atau mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala geografis. Maka seiring, ditemukannya teknologi Internet, hampir segalanya menjadi mungkin. Kini kita dapat belajar tak hanya anywhere saja, tetapi juga sekaligus anytime dengan fasilitas sistem e-Learning yang ada.[18]

Untuk melihat dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi [TIK] terhadap kegiatan pembelajaran secara umum, ada beberapa istilah yang mirip, seperti: Distance Education, Distance Learning, Computer Mediated Learning, Computer Aided Instruction, dsb. Sehingga tak jarang terjadi tumpang tindih dalam penggunaan istilah tersebut:

(1) Distance Learning, yaitu instructional delivery yang tidak mengharuskan siswa untuk hadir secara fisik pada tempat yang sama dengan pengajar [Ornager, UNESCO, 2003].

(2) Distance Education, yaitu model pembelajaran dimana siswa berada di rumah atau kantor mereka dan berkomunikasi dengan dosen maupun dengan sesama mahasiswa melalui e-mail, forum diskusi elektronik, videoconference, serta bentuk komunikasi lain yang berbasis komputer [Webopedia, 2003].

(3) E-Learning, yaitu proses belajar yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan TIK [Martin Jenkins and Janet Hanson, Generic Center, 2003].[19] Maka penggunaan istilah e-Learning, karena cakupan pengertiannya lebih umum digunakan dan juga menekankan aspek penggunaan TIK dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran kapan saja, dan dimana saja.[20]

b. Tujuan, Manfaat, dan Karakteristik sistem e-learning

Tujuan, manfaat, dan karakteristik sistem e-learning sebagai media pembelajaran, sebagai berikut :

1] Tujuan sistem pembelajaran melalui e-learning, yaitu :

[a] Meningkatkan kualitas pembelajaran pembelajar.

[b] Mengubah budaya mengajar pengajar

[c] Mengubah belajar pembelajar yang pasif kepada budaya belajar aktif, sehingga terbentuk independent learning.

[d] Memperluas basis dan kesempatan belajar untuk masyarakat.

[e] Mengembangkan dan memperluas produk dan layanan baru.

2] Manfaat :

Manfaat dan dampak yang diperoleh dari pembelajaran melalui e-learning,adalah :

[a] Perubahan budaya belajar dan peningkatan mutu pembelajaran pembelajar dan pengajar.

[b] Perubahan pertemuan pembelajaran yang tidak terfokus pada pertemuan [tatap muka] di kelas dan pertemuan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu melalui fasilitas e-learning.

[c] Tersedianya materi pembelajaran di media elektronik melalui website e-learning yang mudah diakses dan dikembangkan oleh pembelajar dan mungkin juga masyarakat.

[d] Pengkayaan materi pembelajaran sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.

[e] Menciptakan competitive positioning dan meningkatkan brand image

[f] Meningkatkan kualitas pembelajaran dan kepuasan pembelajar serta kualitas pelayanan.

[g] Mengurangi biaya operasi dan meningkatkan pendapatan

[h] Interaktivitas pembelajar meningkat, karena tidak ada batasan waktu untuk belajar.

[i] Pembelajar menjadi lebih bertanggung jawab akan kesuksesannya [Learner oriented].

c. Karakteristik Sistem e-learning

Dari beberapa sistem e-Learning yang dikembangkan, secara umum kita dapat membagi berdasarkan sifat interaktivitas e-learning, menjadi 2 [dua] karakteristik, yaitu :

1] Sistem yang bersifat statis.

Untuk aplikasi sistem yang bersifat statis ini, yaitu :

[a] pengguna hanya dapat men-download bahan belajar yang diperlukan,

[b] seorang administrator, hanya dapat meng-upload file-file materi,

[c] pada sistem ini, suasana belajar yang sebenarnya tak dapat dihadirkan, misalnya jalinan komunikasi,

[d] sistem ini cukup berguna bagi mahasiswa/siswa yang mampu belajar otodidak dari sumber-sumber bacaan yang disediakan dalam sistem ini, baik yang berformat HTML, PowerPoint, PDF, maupun yang berupa video,

[e] sistem ini berfungsi untuk menunjang aktivitas pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka di kelas.

2] Sistem yang bersifat dinamis

Untuk aplikasi sistem yang bersifat statis ini, yaitu :

[a] fasilitas yang tersedia pada sistem ini lebih bervariasi, seperti forum diskusi, chat, e-mail, alat bantu evaluasi pembelajaran, manajemen pengguna, serta manajemen materi elektronis,

[b] siswa mampu belajar dalam lingkungan belajar yang tidak jauh berbeda dengan suasana di kelas perkuliahan,

[c] sistem e-learning, digunakan untuk membantu proses transformasi pengetahuan dengan paradigma student-centered,

[d] guru aktif memberikan materi, meminta mahasiswa bertanya mengenai sesuatu yang belum dipahami dan mahasiswa dilatih belajar secara kritis dan aktif.

[e] sistem e-Learning, dapat dikembangkan dengan menggunakan pendekatan metode belajar kolaboratif [collaborative learning] maupun belajar dari proses memecahkan problem yang disodorkan [ problem-based learning ].[21]

Model pembelajaran e-learning mengutungkan peserta didik dan pengajar; (a) Bagi peserta didik jelas bahwa e-learning ini akan melatih kemandirian peserta didik dan mendorong peserta didik untuk bertanggung jawab terhadap belajarnya dan membangun self-knowledge dan self-confidence. Di samping itu, juga memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran dari mana pun berada; (b) Bagi tenaga pengajar, e-learning juga memberikan banyak manfaat. Di antaranya yang terpenting adalah bahwa ia selalu dapat memberikan materi yang up-todate kepada para peserta didiknya. Memungkinkan pengajar mengkomunikasikan gagasan-gagasannya dalam cakupan wilayah yang lebih luas. Bagi pengelola lembaga pendidikan, program pembelajaran den gan e-learning, mempunyai manfaat yang sangat luas, yaitu meningkatkan prestise dan akuntabilitas lembaga. Memungkinkan menciptakan sistem distance education, dan virtual school. Pengelola pendidikan tidak lagi perlu direpotkan dengan pengadaan ruang-ruang belajar dan sarana lainnya seperti dalam kelas-kelas konpensional.

PUSTAKA

Clark, R.C. dan Mayer, R E. (2003), E-Learning and the science of instruction: Proven guidelines for consumers and designers of multimedia learning, Pfeiffer, San Francisco.

Harry B. Santoso, e-Learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja, From: http://dl2. cs.ui.ac.id/harrybs/e-Learning.pdf, access, 10/4/2007.

Hujair AH. Sanaky, Media Pembelajaran, Buku Pegangan Wajib Guru dan Dosen, Kaukaba Dipantara, 2011.

Junaidi Utomo, 2001. Dampak Internet Terhadap Pendidikan : Transformasi atau Evolusi, Seminar Nasional Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 7 April 2001.

Oemar Hamalik,1989, Media Pendidikan, PT.Citra Aditya Bakti, Bandung, 1989.

Ouda Teda Ena, Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak Presentasi, From: http://www.ialf.edu/kipbipa/ papers/ Ouda TedaEna.doc, Akses, Senin, 20/10/2003.


[1] Hujair AH. Sanaky, Dosen tetap Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

[2] Oemar Hamalik,1989, Media Pendidikan, PT.Citra Aditya Bakti, Bandung, hlm. 2

[3] Oemar Hamalik, 1989 : 3.

[4] Oemar Hamalik, 1989 : 4.

[5] Ouda Teda Ena, Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak Presentasi, From: http://www.ialf.edu/kipbipa/ papers/ Ouda TedaEna.doc, Akses, Senin, 20/10/2003.

[6] Oemar Hamalik, 1989 : 12.

[15]Gambar diambil dari program computer

[16]Gambar diambil dari program computer.

[17] Clark, R.C. dan Mayer, R E. (2003), E-Learning and the science of instruction: Proven guidelines for consumers and designers of multimedia learning, Pfeiffer, San Francisco.

[18] Harry B. Santoso, e-Learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja, From: http://dl2.cs.ui. ac.id/harrybs/e-Learning.pdf, access, 10/4/2007.

[19] Ibid., Harry B. Santoso , e-Learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja, From: http://dl2.cs.ui.ac.id/harrybs/e-Learning.pdf, access, 10/4/2007.

[20]Ibid., Harry B. Santoso , e-Learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja, From: http://dl2.cs.ui.ac.id/harrybs/e-Learning.pdf, access, 10/4/2007.

[21] Harry B. Santoso, E-learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja, From: Internet.

Tags: artikel

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment

It sounds like SK2 has recently been updated on this blog. But not fully configured. You MUST visit Spam Karma's admin page at least once before letting it filter your comments (chaos may ensue otherwise).